Keajaiban Silaturahmi

Assallamu'allaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Disini saya ingin melanjutkan tentang tema sillaturahmi, jadi keingat satu hal menarik yang saya alami 2 tahun lalu. Dimana sungguh keajaiban silaturahmi terjadi pada diri saya. Hidup kalo ngandelin dunia ajah,hmmm... gk bakal ada adem ademnya, gelisah mulu' deh .Jadi gunakan ilmu akhirat untuk duniamu, atau duniamu untuk akhiratmu, gitulah pokoknya :).
 Itulah yang ingin saya share tentang sebuah petuah dari Sang Baginda bahwa dengan menjalim Silaturahmi akan menuai banyak faedah, tidak hanya memanjangkan umur gaes tapi dibalik itu keajaiban Tuhan terjadi pada diri manusia.

Jadi gini ceritanya, semenjak saya resign dari perusahaan lama saya pd tahun 2010 saya terombang ambing oleh keadaan, menclok (loncat)  sana sini gak cocok dengan pekerjaan ina itu. Dan permasalahan semakin runyam ditambah dengan persoalan pribadi saya dimana saya "agak sedikit" syok dengan suatu keadaan sehingga saya gamang, error, pokoknya kayak bola yang dibanting kenceng kebawah menunggu kapan tuh bola naik kembali karena saking terbanting kebawahnya. Dari keadaan itu saya semakin dijauhi dari yang namanya keberuntungan, dua tahun saya jobless yang bisa dilakukan hanya mengerjakan pekerjaan part time lama saya yaitu menjadi guru bimbel. Saya gak menyerah terus tes & interview dimanapun bahkan luar kota saya jabanin, mungkin ada puluhan perusahaan yang saya ikuti tes rekrutmennya tapi ujungnya gagal, kalopun diterima tapi gak cocok gaji yang terlalu minim, jobdesk yang tdk sesuai skill, dll. Sedih ,kecewa,stess, itu Pasti. Ada tuh, perusahaan Plat merah yang pengen saya diterima disitu hampir ada 5 kali tes dalam 3 tahun tetap saya gak lolos. Huffffttttt..... sampek sempet mikir , apa saya sebodoh itu ya tes kerja saja saya gak lolos padahal saya ini pas dibangku skolah dan kuliah ya termasuk dalam pelajar yang rajin dan nilai jugak cukup memuaskan, lulusan Institusi ternama, masak yo saya gak kompeten di Perusahaan plat merah itu, padahala banyak teman  satu angkatan yang diterima disana.

Ya sudah lah, akhirnya dibikin doa tiap malam, jalan langitlah yg dituju.
Saya banyak menghubungi teman2 saya mintak informasi lowongan kerja, berujung pada suka main ke rumah teman2, kesana kemari karena jobless punya byk waktu maen hehehehe....

Dari sillaturahmi itulah tetiba ditahun 2015 sebulan setelah lebaran disuatu siang yg terik dimana sy gak kena teriknya matahari krn sdg boci alias bobok ciang, sy dikejutkan dgn dering suara telpon. Telpon itu dari seorang teman, suara laki2, suami dr sahabat saya. Dia langsung to the point, "Assallamu'allaikum, ditempatq ada lowongan, bntr lagi qm ditelpon sama HRD siap2 yo" tanpa ba bi bu, dia langsung tutup telpon, tanpa memberi saya kesempatan bertanya lebih detail. Singkat cerita, setelah menjalani proses perekrutan yang lumayan cukup panjang akhirnya sayalah yang diterima diantara kandidat2 yg lain.
Dan...Eng Ing Eng...saya diterima di Perusahaan plat merah yang semenjak saya lulus hingga 5 tahun kedepannya tetap saya ikuti tes dan interviewnya namun, Yesss GAGAL gaes. Dan akhirnya, melalui informasi lewat teman saya itulah harapan saya terwujud,,, walopun saat itu status  karyawan temporary alias dikontrak jika dibutuhkan. Namun, senengnya ituloh....pengen guling-guling dipasir, jebur laut, nyelem dan teriak di dalem aer sekencang-kencangnya....karena saking senengnya sampai orang lainpun gak bisa nebak kita itu teriak atau cuman gumam,,,,, Alhamdulillah diterima kerja.
Memang Allah Maha Baik,, penuh Rahmat, itulah cara kerja Allah. Dia membiarkan saya loncat sana sini untuk memberi jalan kebaikan, mengarahkan saya ke perusahaan yang saya impikan itu.

Sambunglah silaturahmi, memperbanyak teman dan koneksi itu penting. Namun, harus diperhatikan ya, bergaul dan pilih teman yang bener, yang sholeh-sholehah yang bisa membuat kita jadi lebih maju dan bermanfaat. Lahhh... kalo temannya kebetulan adalah preman pasar tukang palak bocak EsDe tapi dia baik sama kita dan keluarga kita harus gimana yach??
Nah qlo kek gini, menurut saya, Iman dan Ilmu kita yang berjalan Gaes, ada tuh Hadistnya Sist Bro.
Dalam sebuah hadis, Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan, “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR Bukhari 5534 dan Muslim 2628).
Hadis ini mengandung makna bahwa paling tidak ada dua kemungkinan jika bersahabat dengan teman yang baik; kita akan menjadi baik atau minimal kita mendapati kebaikan teman kita.

Jadi kita harus mempertebal keimanan kita supaya tidak terlibat dalam kegiatan teman yang tukang palak itu, seiring dengan menjalanakan ilmu dimana pintar membatasi diri, memposisikan sebagai teman dimana jika mereka baik pada kita maka kita juga harus baik kepada mereka. Nah, kebaikan kita bisa ditingkatkan dengan memberikan contoh perilaku yang baik kepada mereka. Eh siapa tau hidayah jatuh lantaran mereka berteman dengan kita, hehehhee....

Back to cerita silarurahmi tadi yesss. Lantaran kegiatan saya yang suka tes kerja sana sini, sehingga sering mampir kerumah teman sekalian silatutrahmi dengan mereka dan keluarga mereka, akhirnya saya kebagian berkah,, dapet Kerja hehehe.
Pesan penting disini , seperti yang saya sampaikan diatas, bahwa perluaslah pergaulan, tambah teman dan sahabat. Saya sendiri jika bersahabat baik dengan seorang teman maka saya tidak mau hanya bersahabat dipermukaan saja. Saya maunya sampai kelapisan paling dalam. Tidak hanya wujud dan pribadi mereka yang saya kenal baik tapi juga harus kenal dengan keluarga mereka minimal orang tuanya lah. Karena dengan begitu sempurnalah persahabatan kita, sempurnalah jalinan silaturahmi kita. 

Saya punya beberapa  sahabat sangat dekat saking deketnya sampai kayak sodara. Suka pinjam uang lalu balikinnya laaaammmaaa gitu hahahaa,,,, suka tuker-tukeran pakaian.... suka bully satu sama lain tapi tidak ada yang tersinggung karena memang kita sudah tau sifat masing-masing jadi bullian dikondisikan dan berakhir dengan tawa hehehe. Saya berusaha untuk kenal juga dengan orangtua mereka, saking kenalnya sampai ibu bapak mereka jadi ibu bapak saya juga. Mintak doa sama orangtua sahabat, bukankah kita tidak tau doa dari siapa yang bakal diijabah, Apalagi doa orangtua,,,hmmmm... tembus sampai langit ketujuh dah. Semakin banyak orangtua, semakin banyak yang doain Loh. 
Dari cerita saya diatas, saya dapet kerja karena kebaikan Allah dimana perantaranya adalah suami sahabat saya. Itulah faedah dari mengenal lebih dalam persahabatan dan keluarga sahabat kita.

Sesuatu yang kecil bisa menghasilkan dampak yang besar, salah satunya silaturahmi. Hal kecil cuma nyambung silaturahmi doang, manfaatnya bisa tak terduga.

Akhir kata sekilas sebuah hadist Dari Abu Hurairah, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557)


So,,, selamat menyambung  Silaturahmi ya☺











Komentar