"Travelling Hemat ke Kawah Ijen"

Assallamu'allaikum Wr Wb,

Kali ini saya mau sharing travelling ala-ala backpacker ransel super hemat.
Bagi kaum milenial perkotaan, seperti pelajar/mahasiswa yang sibuk akan tugas sana sini dan para pekerja  seperti saya yang butuh entertainment yang tidak biasa, dimana dapat merefreshkan pikiran sangatlah butuh piknik biar pikiran tetep Waras ya toohhh   hehehe:)    
                           
Nah, travelling tidak harus mahal kok, namun tetep butuh duit lah ya. Maka dari itu planningkan paling tidak setahun sekali untuk  ada dana travelling. Nabung lah ya,, konsisten nabungnya.                               
Berikut ini cerita saya untuk travelling hemat versi saya.
Yang harus dipersiapkan adalah hal-hal sebagai berikut :
1. Planningkan tujuan travelling.
2. Dengan siapa kamu pergi/Rombongan/Partner travelling kamu
3. Hitung-hitungan dana jangan lupa ya.
4. Searching biaya sewa penginapan
5. Targetkan tempat wisata yang akan dikunjungi
6. Targetkan transportasi apa yang akan digunakan.
7. Biaya konsumsi 
8. Biaya lain2, misal beli souvenir atau oleh2
9. Perlengkapan untuk wisata , misal sepatu, tas, perlengkapan toiletries, dll
10. Yang tak kalah penting membawa obat-obatan 

Jadi,,, Tujuan traveling hemat saya adalah  Jreng Jreng Jreng. "Kawah Ijen". Yup Gunung Ijen yang terletak di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso. Jadi disini saja akan sharing persiapan dan dana yang akan saya gunakan nanti. Cerita perjalanan ke tempat tujuan akan di tuangkan dalam ulasan di halaman yang lain.

Persiapan saya adalah :
1. Tujuan : Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur
2. Saya ikut open trip loh, jadi nanti pasti ada rombongan lain dari travel agentnya. Loh kok ikut open trip, gak hemat dong jadinya. Eiiiittss jangan salah loh ya. Open trip sekarang banyak yang terjangkau kok, dan saya juga dapat rekomendasi dari teman saya yang sering ikut travel agent open trip ini.
3. Saya sudah nabung dari pertengahan tahun 2017, sejak saya terakhir travelling di 2017 ke Banyuwangi juga tapi gak lebih hemat dari trip saya kali ini. Nabung itu wajib loh, bagi saya yang tiap setahun sekali ada tujuan travelling maka dana untuk travelling wajib di persiapkan dari jauh2 hari.
4. Saya sudah sewa penginapan sebulan sebelum hari H. Jadi nanti saya akan berangkat di tanggal 17 Agustus pagi (tanggal merah kan ya, di Hari Jum'at). Penginapan yang saya pilih sudah saya diskusikan dengan travel agent yang akan menjemput saya nanti. Maka, dengan perhitungan itu saya pilih penginapan di dekat Statiun Karangasem.
5. Saya hanya memilih tujuan kawah ijen saja, tidak ke tempat lain di banyuwangi
6. Open trip travel agent yang saya pakai, meeting point-nya di Banyuwangi jadi saya harus ke Banyuwangi kan ya. Maka saya putuskan untuk naik kereta ke sana. Menuju kawah ijen akan ada mobil yang menjemput rombongan.
7. Konsumsi yang akan saya keluarkan, palingan snack cemilan dikereta pas pulang pergi.
Saya berangkat di pagi hari  dengan jadwal kereta di pukul 09.00 - 15.04. Pastinya saya sarapan dulu dirumah, lalu sampai penginapan jadwal makan malam. Beli makan malam di penginapan saja.  Jadwal jemputan mobil travel di pukul 00.15, naik ke gunung ijen planning pukul 02.00 , pasti saya butuh beberapa perbekalan. Karena ini di gunung maka perbekalannya harus cukup dan ada yang special, apakah itu, nanti akan saya ceritakan di halaman "Goes to Kawah Ijen".
8. Oleh2 mah harus bagi saya. Wajib beli satu kue kesukaan, cemilan khas Banyuwangi yang namanya "Bagiak". Kue ini Rasanya manis, asin, gurih, berasa ada jahe2nya, bentuknya panjang oval. Dulu di agustus 2017 saat saya travelling ke pulau merah, sepulang dari sana saya hanya beli Kue Bagiak  kalo tidak salah hanya dua bungkus saja, karena saya pikir kue ini bentuknya biasa ajah,  gak menarik, pas mau beli ajah ragu-ragu, beli gak ya beli gak ya. Entah kenapa kok saya beli ya, hehehe. Nah, pas sampai dirumah kuenya saya cobain dong ya. Daaaannn,,, enak Poooolll,,, passs gitu dilidah saya. Lain ajah gitu gurih manisnya. Hampir mirip kayak rasa kue semprit, tapi ini ada bedanya gurih manisnya rasa jahe menusuk Halah opo seeehhh.  Bikin nagih lah. Saya bawak ke kantor dan ludesss dibuat rebutan orang kantor hehehehe :)
9. Karena saya akan ke Gunung maka perlengkapannya gak simple.
Jaket tebal wajib ya karena gunung kan dingin, syal tebal penutup leher jika memang jaket saja tidak cukup, sarung tangan tebal,kaos kaki, sepatu khusus travel trip ke gunung jika tidak ada bisa sepatu sport yang permukaannya tidak licin, karena medan digunung berpasir jadi meminimalisir tergelincir, penutup kepala jika masih tidak tahan dinginnya angin gunung, tidak lupa senter untuk pencahayaan karena saya akan mendaki di malam hari, masker untuk mengamankan hidung dari cuaca dingin, wajib masker anti asap karena saya akan ke kawah ijen yang penuh bau belerang (masker respirator anti asap sudah disediakan oleh travel agent saya). Jas Hujan antisipasi kalo hujan. Peralatan sholat jangan lupa dimanapun travellingnya wajib dibawa ya.
10. Perlengkapan medis yang saya bawa adalah : minyak angin, sirup tolak angin (khawatir nanti kalo masuk angin di kereta, saya sering kek gini , efek dinginnya AC kerete hehehehe), obat maag, plester,lotion anti nyamuk,Koyo (nah ini wajib bagi saya karena travelling kan jalan mulu, jadi kalo pegel langsung tempel koyo hehehe), multivitamin kompleks booster untuk anti pegal dan lelah.
11. Ada tambahan lagi, uang secukupnya.

Rincian Biaya hemat versi saya  sebagai berikut :

1. Travel Agent  (Open trip satu destinasi) : 250.000
2. Kereta Ekonomi, KA Probowangi PP : @56.000 x 2 = 112.000
3.Penginapan/Homestay, saya pilih 2 km dari St. Karangasem = 105.000
4.Transportasi dari rumah ke St. Gubeng  (Go Jek) = 10.000
5. Transportasi Ojek Konvensional dr St. Karang asem ke Homestay=20.000
6. Transportasi pulangnya dr Homestay ke St, Karang asem (Go Jek) = 10.000 (sebenarnya cuma Rp.1000 tapi ya masak tega kasih segitu, itung2  bagi2 kebahagiaan kasihlah 10.000 hehehe)
7. Transportasi dr St. Gubeng ke Rumah = 10.000
8. Makan saat di Banyuwangi (Total saya makan 3x selama 2 hari 1 malam disana ) = 50.000
9. Cemilan beli teh dan gorengan saat turun gunung di warung kaki gunung Ijen = 6.000
10. Bayar masuk toilet  dua kali = 7500


Total  Rp 580.500,00  (Nah tuh gak sampai 600.000) kan, hehhehe :)


Jika gak pakek penginapan kita nunggu travel agent kita di statiun maka dikurangi ajah tuh uang untuk homestay malah gak sampai 500.000 kan... (karena perjalanan wisata cuma sehari saja kan ya boleh lah nekat gak pakai sewa homestay )
Lebih murah lagi jika gak pakai transportasi kereta, bawak sendiri mobil dari rumah,, wah malah lebih murceeee Cyiiiinttttt.....

Karena saya wanita dan gak mau cari susah jadi saya butuh tempat untuk merebahkan badan yang ada kasurnya, pilih deh Homestay.
Jika ingin versi santai gak masalah dengan budget, Monggo silahkan diganti Homestaynya dengan Hotel berbintang dan pilih keretanya dengan kereta eksekutif.
Itu semua tergantung pilihan masing2 :)

Yup... itulah sekilas cerita penggunaan Biaya Travelling  Hemat versi saya.
Sehemat-hematnya jangan lupa nabung ya gaes.
Sisihkan untuk biaya traveling, traveling tidak harus sering kok, cukup setahun sekali dengan destinasi yang mengasyikkan itu sudah cukup.

Semoga mencerahkan bagi yang ingin traveling hemat :)


Wassallamu'allaikum Wr Wb.




































Komentar